Strategi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara berupaya menyesuaikan penawaran kendaraan dengan daya beli pengunjung, sekaligus memperluas peluang transaksi di tengah persaingan pasar otomotif.

Rudi menjelaskan, pengembangan pameran tidak hanya berfokus pada penyediaan ruang bagi merek otomotif, tetapi juga mencakup komunikasi pemasaran, hubungan masyarakat, serta program yang melibatkan komunitas dan berbagai pelaku dalam ekosistem otomotif.

Melalui pendekatan tersebut, Big Bang Auto Fest diarahkan menjadi ruang pertemuan antara produsen, komunitas, dan konsumen, bukan sekadar tempat memamerkan kendaraan.

Meski demikian, kontribusi sektor otomotif terhadap target transaksi keseluruhan sebesar Rp3 triliun belum ditetapkan secara khusus.

Rudi mengatakan, penyelenggara akan mengevaluasi nilai transaksi setelah pameran tahun ini berakhir.