NADIKABAR.COM — Bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan Jumat (9/10) dengan penguatan. IHSG naik 1,04% ke level 6.093,76. Sejumlah saham menjadi penopang indeks, di antaranya BBRI yang naik 2,31%, AMMN 4,01%, dan TLKM 2,65%.
Di sisi lain, beberapa saham bergerak melemah. BYAN turun 4,07%, GEMS terkoreksi 9,97%, sedangkan TINS turun 2,41%.
Aktivitas investor asing menunjukkan net sell Rp141,50 miliar di pasar reguler. Namun, jika dihitung di seluruh pasar, investor asing membukukan net buy Rp29,63 miliar.
Mayoritas sektor saham juga berakhir positif. Sebanyak 10 dari 11 sektor menguat, dengan sektor Basic Industry mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 1,67%. Sementara itu, sektor Property menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 0,16%.
Sentimen positif juga terlihat di bursa AS. Dow Jones menguat 0,83% ke 51.654, S&P 500 naik 0,59% ke 7.811, dan Nasdaq bertambah 0,64% ke 27.366. Pergerakan tersebut terjadi setelah pasar sebelumnya mengalami koreksi tajam. ETF EIDO tercatat naik 1,89%, sementara indeks MSCI Indonesia meningkat 1,40%.
BIKE memperluas bisnisnya ke sektor energi dan pertambangan. Melalui anak usahanya, Prambanan Nusantara Energi (PNE), BIKE resmi mengakuisisi 72% saham Berau Usaha Mandiri (BUM).
BUM memiliki area konsesi tambang batu bara sekitar 500 hektare yang berlokasi di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dari sekitar 400 hektare wilayah yang telah dieksplorasi, perusahaan memiliki cadangan terbukti sekitar 22 juta metrik ton.
Manajemen menargetkan produksi batu bara BUM berada di kisaran 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton per tahun. Akuisisi ini menjadi bagian dari langkah BIKE untuk melakukan transformasi dan diversifikasi kegiatan usaha.
Pengembangan BIKE ke depan diarahkan melalui lima pilar, yakni memperkuat bisnis yang sudah berjalan, membuka lini usaha baru, mengembangkan bisnis berbasis energi dan teknologi, membangun sinergi antarperusahaan dalam kelompok usaha, serta memperkuat struktur pendanaan.