"Sekali lagi, kami sangat menyesal telah menyebabkan luka, rasa sakit, atau kemarahan terhadap masyarakat Jepang, kebiasaan mengunjungi tempat-tempat suci seperti Fushimi Inari Taisha. Dan yang terpenting, orang-orang yang telah kami sakiti," ujar Paul.
AUT memastikan Paul telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas video yang dibuat saat perjalanan pribadi.
Sebagai informasi, Fushimi Inari Taisha merupakan kuil Shinto yang berdiri sejak 711 Masehi. Kuil tersebut menjadi kuil utama dari sekitar 30.000 kuil Inari di Jepang dan dikenal sebagai tempat umat berdoa untuk panen, kemakmuran usaha, keselamatan keluarga, serta berbagai harapan lainnya.
Fushimi Inari Taisha memiliki aturan bagi pengunjung, termasuk larangan menghalangi jalur dan pembatasan pengambilan gambar di sejumlah area.