Ikaz dan kedua temannya kemudian langsung memberi tahu staf restoran sambil menunjukkan serangga tersebut dan foto yang mereka ambil.

Namun, ia mengaku kecewa karena respons staf dinilai tidak serius dan justru menyebut serangga tersebut sebagai bagian dari bahan makanan.

Menurut Ikaz, staf yang mengantarkan makanan beberapa kali menyangkal adanya masalah tersebut. Mereka juga mencoba menemui manajer restoran, tetapi mengaku diberi tahu bahwa manajer tidak berada di tempat.

Karena khawatir dengan risiko kesehatan, Ikaz kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Singapore Food Agency (SFA) pada 1 September.

Ia menilai kejadian itu menimbulkan pertanyaan mengenai standar kebersihan makanan dan penanganan keluhan pelanggan di restoran.

Pihak Al-Sadi Restaurant kemudian memberikan tanggapan pada 11 September. Restoran meminta maaf dan menjelaskan bahwa serangga tersebut diduga jatuh ke dalam kuah butter chicken ketika makanan sedang menunggu untuk disajikan.