"Ada sesuatu dalam perawatan yang mereka berikan yang tidak bisa digantikan nilainya sebagai manusia. Tidak ada robot yang bisa, ataupun seharusnya, melakukan hal tersebut," sebutnya.

"Sebagai contoh, bayangkan sebuah robot menyampaikan berita buruk bahwa Anda menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Secara teknis, tidak ada alasan ia tidak bisa melakukannya. Namun, ia tidak seharusnya melakukan itu," paparnya, dikutip NadiKabar dari Yahoo News, Jumat (9/10/2026).

Profesi khusus manusia ini juga dapat diterapkan ke sektor lain di mana, meskipun sebuah algoritma mampu melakukan suatu pekerjaan, membiarkannya melakukan hal tersebut adalah tidak bermoral, seperti dalam kasus yang akan menggusur tenaga kerja ahli berpengalaman.

"Kita mungkin harus menyisihkan sejumlah pekerjaan agar 'dicadangkan untuk manusia' karena alasan ekonomi: Anda tak bisa mengatakan ke seorang berusia 55 tahun yang bekerja di konstruksi sepanjang kariernya bahwa mereka kini harus bekerja di fasilitas perawatan lansia dan mengharapkan mereka puas dengan," tulisnya.