Lebih lanjut, ia menekankan upaya tersebut perlu dimulai sejak tahap perencanaan dan dilakukan secara terintegrasi dengan berbagai kementerian/lembaga terkait.

"Karena seringkali perencanaannya berbeda, anggarannya berbeda, indikatornya berbeda, dan sebagainya. Jadi tantangan kita hari ini adalah membangun integrasi semua," tambahnya.

Di akhir paparannya, Bima juga mendorong mahasiswa berperan aktif dalam mengingatkan kepala daerah mengenai pentingnya isu perubahan iklim. Menurutnya, peran tersebut juga dapat dilakukan oleh berbagai komunitas agar masyarakat turut mendorong Pemda membangun sistem kebencanaan yang antisipatif.

"Teman-teman jangan diam aja. Ya, kalian mungkin merasa jauh. Tapi hidup kalian itu tergantung juga kepada langkah-langkah antisipatif dari pemerintah daerah. Sejauh mana rumah kalian aman, dari kemungkinan terjadinya bencana," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri secara langsung oleh Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Babar Suharso, Akademisi Untirta Agus Sjafari, Dekan FISIP Untirta Leo Agustino, serta civitas academica Untirta.