Bima menekankan bonus demografi merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan melalui perencanaan pembangunan yang tepat. Dengan besarnya proporsi penduduk usia produktif, Pemda perlu memastikan kebijakan pembangunan mampu membuka peluang kerja, meningkatkan produktivitas, serta menjawab kebutuhan generasi muda.
Ia juga menekankan bahwa arah pembangunan perlu sejalan dengan Asta Cita, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya merata hingga lapisan masyarakat bawah, dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Hal ini selaras dengan meningkatnya minat generasi muda terhadap pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs. Karena itu, dokumen perencanaan daerah, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), perlu memperhatikan perkembangan pasar kerja dan peluang ekonomi masa depan.
Lebih lanjut, Bima mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh belanja pemerintah. Ada sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti investasi, konsumsi, produksi, dan ekspor. Oleh karena itu, Pemda perlu memahami struktur ekonomi daerah agar kebijakan yang disusun dapat mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan.
"Government spending ini hanya salah satu saja variabel dalam pertumbuhan ekonomi. Ada investasi, ada konsumsi, ada produksi, ada ekspor, dan lain-lain," jelasnya.