"Jadi ini sekolah rakyat harus terus kita dorong untuk semakin memperluas jangkauan," pungkasnya.

Bima menilai Sekolah Rakyat sebagai program dengan tujuan jangka panjang. Pendidikan yang diberikan tidak hanya membuka jalan bagi para siswa untuk memperbaiki kehidupan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon pemimpin bangsa.

Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Malang turut didukung sinergi berbagai pihak. Sekolah dengan 75 siswa tersebut memanfaatkan aset eks Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang berada di kawasan BPSDM Provinsi Jawa Timur.

Bima menjelaskan pemanfaatan aset tersebut mendapat dukungan dari Kemendagri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Wali Kota Malang.