Namun, Bima menegaskan kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun kualitas pelayanan dasar. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk melindungi kehidupan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan ketika menghadapi berbagai risiko.
"Daerah yang tangguh bukan hanya daerah yang siap menghadapi bencana saja, tetapi daerah yang tangguh adalah daerah yang tidak pernah membiarkan bencana merampas masa depan," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bima mengapresiasi pencantuman dimensi kebencanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2025-2029. Menurutnya, langkah itu menunjukkan antisipasi terhadap risiko bencana telah menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.
Selain ketangguhan terhadap bencana, Bima juga menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, para pemimpin daerah perlu mempersiapkan generasi mendatang agar pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan infrastruktur.