Bima menilai Sumbar memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Modal tersebut antara lain bersumber dari nilai agama dan adat, jejaring perantauan dan ikatan nagari, serta daya juang dan inovasi yang diwariskan lintas generasi.
Ia menegaskan berbagai kekuatan tersebut perlu dihubungkan dengan tata kelola modern, investasi produktif, dan inovasi. Hal tersebut juga perlu dibarengi dengan mendorong lahirnya generasi baru Sumbar yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun global.
"Tidak ada alasan bagi Minangkabau untuk tidak mendunia. Kita menunggu, kita mendoakan, kita mengharapkan bukan saja nasi Padang yang mendunia, bukan saja tari piring yang mendunia, tetapi juga intelektual, profesor, guru besar, pemikir dari Sumatera Barat akan mendunia," pungkasnya.