Menurutnya, kemandirian tersebut mencakup berbagai aspek, salah satunya energi. Ketergantungan terhadap energi dapat memengaruhi ketahanan negara, terlebih ketika dinamika geopolitik global semakin kompleks. Ancaman terhadap negara juga tidak lagi hanya berbentuk konvensional, tetapi berkembang ke ranah siber, informasi, dan energi.
Bima menjelaskan, energi saat ini menjadi fondasi bagi berbagai aktivitas, mulai dari pelayanan publik, industri, transportasi, fasilitas kesehatan, sistem pertahanan, hingga infrastruktur digital. Karena itu, ketahanan energi perlu dipersiapkan dengan memperhatikan ketersediaan sumber energi baru dan terbarukan, kemampuan teknologi, serta kesiapan masyarakat menerima perubahan.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam mendukung agenda tersebut. Setiap daerah memiliki potensi energi yang berbeda sehingga Pemda perlu mampu mengidentifikasi potensi, kapasitas fiskal, sumber daya manusia, infrastruktur, serta sumber daya alam yang dimiliki.
"Daerah ini penting. Mereka ini sekarang adalah frontliners, ada di garis depan untuk ketahanan energi," ujar Bima.