Dalam paparannya, Bima menyampaikan tiga strategi yang tengah didorong pemerintah, yakni percepatan transisi energi berbasis energi baru dan terbarukan, penguatan cadangan dan diversifikasi energi nasional, serta transformasi konsumsi energi melalui elektrifikasi dan efisiensi energi.
Sebagai salah satu contoh, Bima menyoroti pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bogor. Ia menjelaskan, wilayah tersebut menghasilkan sekitar 4.000 ton sampah per hari dari kota dan kabupaten, sementara sebagian di antaranya dapat diolah menjadi energi listrik.
Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi salah satu terobosan untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus memanfaatkan sumber energi baru. Pemerintah menargetkan volume sampah yang menumpuk dapat semakin berkurang dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan pengembangan pemanfaatan energi baru.
Bima berharap para Perwira Siswa Sesko AU dapat memahami keterkaitan antara ketahanan energi, pembangunan daerah, dan ketahanan nasional. Pemahaman tersebut dinilai penting agar para pemimpin di masa depan mampu membaca potensi daerah sekaligus membangun kolaborasi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.