"Yang istimewa dari bintang ini adalah ia mengorbit Sagittarius A* pada orbit yang sangat rapat, hanya membutuhkan waktu 8,7 tahun untuk menyelesaikannya, dan mendekati lubang hitam pada jarak hanya 12 kali jarak Bumi ke Matahari. Itu belum pernah terjadi sebelumnya," kata Felix Mang, seorang mahasiswa PhD di Institut Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics (MPE) di Garching, Jerman, dan salah satu penulis studi, dikutip dari The Guardian.

Masih dalam studi yang sama, dijelaskan bahwa tidak mungkin ada bintang yang secara alami terbentuk sangat dekat dengan black hole. Para penulis studi menduga S301 awalnya merupakan bagian dari sistem bintang ganda, dua bintang yang saling terikat melalui gravitasi.

Bintang ganda ini terlalu dekat dengan Sagitarius A* saat berusaha melewatinya dan terjadilah gravitasi tiga arah tim redaksi dua bintang dan satu black hole. Akibatnya, satu bintang terlempar dari pusat galaksi dengan kecepatan tinggi, sementara S301 terjebak mengorbit black hole tersebut.

"Lubang hitam dipandang sebagai penyedot debu kosmik yang melahap segala sesuatu yang dapat mereka tangkap," kata Mang.

Seperti kebanyakan objek di luar angkasa, black hole diprediksi juga berputar. Menurut teori relativitas umum Einstein, black hole berputar menyeret ruang-waktu bersamanya sehingga melengkungkan orbit bintang-bintang di sekitarnya. Namun, efek ini hanya berlaku bagi objek yang mengorbit black hole dan berputar cepat dalam jarak dekat.