NADIKABAR.COM — PT Bio Farma (Persero) mendorong penguatan kapasitas manufaktur vaksin di negara-negara berkembang atau Global South untuk memperkuat ketahanan kesehatan dan membangun rantai nilai kesehatan regional.
Direktur Utama PT Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan kemampuan memproduksi vaksin di kawasan sendiri perlu ditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur strategis, terutama untuk memastikan keberlanjutan pasokan saat terjadi krisis kesehatan.
“Kemampuan untuk memproduksi vaksin di kawasan sendiri juga merupakan infrastruktur yang sangat penting,” ujar Shadiq dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin.
Menurut dia, penguatan manufaktur vaksin tidak cukup dilakukan melalui pembangunan fasilitas dan transfer teknologi, tetapi membutuhkan ekosistem yang mencakup sumber daya manusia, sistem kesehatan, regulasi, pengadaan, manufaktur, dan pembiayaan.
Untuk itu, Bio Farma mendorong pendekatan yang terdiri atas penguatan sistem kesehatan, penguatan regulator, penguatan pengadaan, penguatan manufaktur, serta pembiayaan.
“Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan permintaan sebagai salah satu faktor penting agar fasilitas produksi dapat terus beroperasi dan berkembang,” katanya.
Bio Farma juga mendorong pembangunan rantai nilai secara bertahap, mulai dari pengemasan, pengisian, formulasi, produksi bahan aktif, hingga penguasaan seed atau bahan awal vaksin.
Menurut dia, setiap negara dapat memulai dari tahapan sesuai kesiapan dan kapasitas sebelum berkembang menuju produksi dengan tingkat kompleksitas dan kemandirian yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan kesiapan berperan sebagai pusat pelatihan bagi negara mitra melalui Global Alliance for South-South and Triangular Cooperation.
Shadid menambahkan langkah tersebut diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan dengan solusi, keahlian, teknologi, kemitraan, dan sumber daya di negara-negara berkembang.
“Kepercayaan tidak dibangun hanya melalui pernyataan. Kepercayaan dibangun melalui satu kelompok produksi, satu pelatihan, dan satu kemitraan pada satu waktu. Bio Farma siap untuk terus membangun kepercayaan tersebut bersama IsDB, UNOSSC, dan seluruh mitra,” kata Shadiq.