βBio Farma tidak akan berhenti pada pengembangan vaksin rotavirus, tetapi juga terus mendorong inovasi di bidang lain, termasuk biosimilar dan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMPs), yakni produk terapi berbasis teknologi biomedis lanjutan,β sambungnya.
Dalam sambutannya, Catur turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan vaksin rotavirus ini, mulai dari kalangan akademisi hingga mitra kerja.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), MCRI, Universitas Gadjah Mada (UGM), serta tim pengembangan vaksin Bio-RV di Bio Farma.