NADIKABAR.COM β€” PT Bio Farma (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian kesehatan melalui pengembangan inovasi di bidang vaksin, diagnostik, terapeutik, dan produk digital setelah meraih penghargaan kategori Biomedicine Innovation di ajang Innovation Award, sebagai rangkaian agenda Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026.

Ketua Tim Kerja Produksi Vaksin Rotavirus Catur Gunawan mengatakan salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah vaksin rotavirus neonatal (Bio-RV) yang diberikan secara oral dan dikembangkan untuk membantu mencegah diare pada bayi.

β€œKeunggulannya, vaksin ini dapat memberikan perlindungan lebih dini kepada bayi sejak awal kelahiran, sehingga tidak perlu menunggu hingga usia sekitar dua bulan untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar Catur di Jakarta, Rabu (28/10).

Menurut Catur, pengembangan vaksin tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan inovasi biomedis yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

β€œBio Farma tidak akan berhenti pada pengembangan vaksin rotavirus, tetapi juga terus mendorong inovasi di bidang lain, termasuk biosimilar dan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMPs), yakni produk terapi berbasis teknologi biomedis lanjutan,” sambungnya.

Dalam sambutannya, Catur turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan vaksin rotavirus ini, mulai dari kalangan akademisi hingga mitra kerja.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), MCRI, Universitas Gadjah Mada (UGM), serta tim pengembangan vaksin Bio-RV di Bio Farma.

Menurutnya, Bio-RV merupakan salah satu kontribusi strategis perusahaan bagi kesehatan nasional dan global melalui pengembangan produk vaksin dalam negeri.

Bio Farma berkomitmen melanjutkan pengembangan inovasi kesehatan untuk mendukung kemandirian layanan kesehatan Indonesia sekaligus memperluas kontribusi perusahaan bagi masyarakat dunia.

Perusahaan berharap penguatan riset dan inovasi dapat terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghasilkan produk kesehatan yang menjawab kebutuhan masyarakat.