Dicky mengatakan ekspansi kapasitas diperlukan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan dan memperkuat posisinya di pasar global, tanpa mengesampingkan pemenuhan kebutuhan vaksin dalam negeri.
βDalam 10 tahun ke depan, dengan investasi yang tepat, kami berharap dapat memperkuat posisi di tingkat global, bahkan berpeluang meningkatkan peringkat sebagai produsen vaksin dunia,β katanya.
Saat ini, Bio Farma memasok 13 dari 14 jenis vaksin dalam Program Imunisasi Nasional dan memasok lebih dari 120 juta dosis per tahun untuk mendukung program tersebut. Perusahaan juga memasok produk ke berbagai negara sebagai bagian dari perannya dalam rantai pasok vaksin internasional.
Ke depan, Bio Farma menargetkan pemenuhan lebih dari 90 persen kebutuhan vaksin program imunisasi nasional pada 2029 serta mengurangi ketergantungan impor untuk produk-produk strategis setidaknya 50 persen. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan penguatan kemampuan manufaktur dalam negeri.
Untuk mendukung strategi itu, perusahaan merencanakan pengembangan sejumlah produk, antara lain vaksin HPV, heksavalen, rotavirus, campak-rubela (MR), demam berdarah dengue, typhoid conjugate vaccine (TCV), dan hepatitis B, serta produk ilmu hayati lainnya.