Selain pembangunan fasilitas baru, peningkatan kapasitas fasilitas yang sudah beroperasi di Bandung tetap menjadi bagian dari rencana pengembangan perusahaan. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat kesinambungan produksi dan rantai pasok vaksin, sekaligus memastikan fasilitas yang ada tetap mampu mendukung kebutuhan nasional.

Sebagai upaya mendukung pengembangan dan ekspansi tersebut, Bio Farma membuka peluang kerja sama investasi dengan Danantara maupun mitra strategis lainnya guna memperluas sumber pendanaan proyek.

Selain pengembangan vaksin, Bio Farma turut menjajaki perluasan bisnis di bidang ilmu hayati (life sciences), termasuk biosimilar, alat kesehatan, dan terapi sel. Namun, produksi vaksin tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Penguatan kapasitas produksi tersebut juga sejalan dengan upaya memperluas kerja sama manufaktur dan transfer teknologi dengan mitra internasional, termasuk melalui kolaborasi di Senegal dan Ghana. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kemampuan produksi vaksin, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kemandirian industri kesehatan di negara mitra.

Melalui rangkaian investasi dan kerja sama tersebut, Bio Farma berupaya memperkuat kapasitas industri vaksin nasional, mengurangi ketergantungan pada produk impor strategis, serta meningkatkan kontribusi perusahaan dalam rantai pasok vaksin global.