NADIKABAR.COM β PT Bio Farma (Persero) menyiapkan investasi untuk memperluas kapasitas produksi vaksin melalui pembangunan fasilitas baru di luar Bandung, Jawa Barat, serta revitalisasi fasilitas produksi yang telah beroperasi guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma Dicky Mahardhika Taryono mengatakan persiapan ekspansi fasilitas di luar Bandung akan segera dimulai, mencakup penyusunan rencana induk (master plan), rencana tapak (site plan), dan pengadaan kebutuhan proyek. Fasilitas baru tersebut ditargetkan mulai menghasilkan produk pada rentang 2029β2031.
βUntuk ekspansinya, kami akan mencoba mengembangkan fasilitas di luar Bandung. Posisi kami di Bandung saat ini sudah cukup padat karena berada di tengah kota, sehingga kami mencoba membuka lokasi dan fasilitas produksi baru,β ujar Dicky dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10).
Investasi tersebut merupakan bagian dari proyek Bio Shield Nusantara yang mencakup pembangunan fasilitas produksi baru dengan nilai belanja modal (capital expenditure/CAPEX).
Fasilitas baru dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 750 juta dosis, sedangkan revitalisasi fasilitas di kawasan Bandung-Pasteur, termasuk Gedung 12 dan 43, ditargetkan menambah kapasitas sekitar 145 juta dosis, serta gedung 34 yang direncanakan menambah kapasitas sekitar tujuh juta dosis.
Melalui pengembangan tersebut, Bio Farma menargetkan peningkatan kemampuan memenuhi kebutuhan vaksin nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar internasional. Perusahaan memproyeksikan fasilitas baru berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp10 triliun per tahun, meskipun angka tersebut masih berupa proyeksi bisnis.
Dicky mengatakan ekspansi kapasitas diperlukan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan dan memperkuat posisinya di pasar global, tanpa mengesampingkan pemenuhan kebutuhan vaksin dalam negeri.
βDalam 10 tahun ke depan, dengan investasi yang tepat, kami berharap dapat memperkuat posisi di tingkat global, bahkan berpeluang meningkatkan peringkat sebagai produsen vaksin dunia,β katanya.
Saat ini, Bio Farma memasok 13 dari 14 jenis vaksin dalam Program Imunisasi Nasional dan memasok lebih dari 120 juta dosis per tahun untuk mendukung program tersebut. Perusahaan juga memasok produk ke berbagai negara sebagai bagian dari perannya dalam rantai pasok vaksin internasional.
Ke depan, Bio Farma menargetkan pemenuhan lebih dari 90 persen kebutuhan vaksin program imunisasi nasional pada 2029 serta mengurangi ketergantungan impor untuk produk-produk strategis setidaknya 50 persen. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan penguatan kemampuan manufaktur dalam negeri.
Untuk mendukung strategi itu, perusahaan merencanakan pengembangan sejumlah produk, antara lain vaksin HPV, heksavalen, rotavirus, campak-rubela (MR), demam berdarah dengue, typhoid conjugate vaccine (TCV), dan hepatitis B, serta produk ilmu hayati lainnya.
Selain pembangunan fasilitas baru, peningkatan kapasitas fasilitas yang sudah beroperasi di Bandung tetap menjadi bagian dari rencana pengembangan perusahaan. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat kesinambungan produksi dan rantai pasok vaksin, sekaligus memastikan fasilitas yang ada tetap mampu mendukung kebutuhan nasional.
Sebagai upaya mendukung pengembangan dan ekspansi tersebut, Bio Farma membuka peluang kerja sama investasi dengan Danantara maupun mitra strategis lainnya guna memperluas sumber pendanaan proyek.
Selain pengembangan vaksin, Bio Farma turut menjajaki perluasan bisnis di bidang ilmu hayati (life sciences), termasuk biosimilar, alat kesehatan, dan terapi sel. Namun, produksi vaksin tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Penguatan kapasitas produksi tersebut juga sejalan dengan upaya memperluas kerja sama manufaktur dan transfer teknologi dengan mitra internasional, termasuk melalui kolaborasi di Senegal dan Ghana. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kemampuan produksi vaksin, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kemandirian industri kesehatan di negara mitra.
Melalui rangkaian investasi dan kerja sama tersebut, Bio Farma berupaya memperkuat kapasitas industri vaksin nasional, mengurangi ketergantungan pada produk impor strategis, serta meningkatkan kontribusi perusahaan dalam rantai pasok vaksin global.