NADIKABAR.COM — Biopsi berperan penting dalam menentukan penanganan kanker payudara karena pemeriksaan ini dapat memastikan diagnosis sekaligus mengidentifikasi jenis dan subtipe kanker yang menjadi dasar pemilihan terapi bagi pasien.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, mengatakan penanganan kanker payudara tidak dapat disamaratakan karena setiap pasien memiliki karakteristik penyakit yang berbeda.

“Sekarang memang kita tidak menyamaratakan semua pasien. Treatment itu individual, berdasarkan kasus masing-masing pasien,” kata dr. Jeffry dalam talkshow Bulan Kesadaran Kanker Payudara MRCCC Siloam Semanggi di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, pemeriksaan biopsi diperlukan untuk memastikan apakah benjolan yang ditemukan merupakan kanker sekaligus mengetahui jenis dan subtipe penyakit tersebut.

Hasil pemeriksaan itu menjadi salah satu dasar bagi dokter untuk menentukan terapi yang sesuai, mengingat setiap tipe kanker dapat memerlukan pendekatan pengobatan yang berbeda.

Menurut dr. Jeffry, penentuan terapi juga membutuhkan koordinasi lintas disiplin, termasuk antara dokter onkologi medik dan dokter bedah onkologi. Tim medis perlu mendiskusikan urutan pengobatan berdasarkan kondisi klinis pasien, apakah terapi obat perlu diberikan terlebih dahulu atau pasien dapat menjalani operasi.

Selain penanganan medis, Jeffry menekankan pentingnya dukungan emosional bagi pasien setelah menerima diagnosis kanker. Keluarga dan orang-orang terdekat perlu memberikan waktu bagi pasien untuk menerima kondisinya tanpa memaksakan tuntutan agar selalu terlihat kuat.

“Kasih waktu dulu,” ujarnya, mengingatkan bahwa dukungan yang diberikan secara terburu-buru justru dapat menambah tekanan psikologis pasien.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Onkologi MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B(K)Onk, mengingatkan perempuan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan perubahan yang mencurigakan.

“Jangan takut dan jangan terlambat,” kata Denni. Dia menekankan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan medis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Penyintas kanker payudara Flavia Sungkit mengatakan diagnosis kanker menjadi salah satu fase terberat yang harus dihadapi. Ia mengaku menemukan benjolan saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri, kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan hingga biopsi.

“Kanker itu bukan hanya penyakit fisik, menurut saya, tapi juga mental,” ujar Flavia.

Ia menilai dukungan keluarga dan orang-orang terdekat berperan penting selama menjalani pengobatan, terutama dalam menghadapi tantangan fisik dan psikologis akibat penyakit tersebut.

Pendampingan yang menyeluruh, mulai dari penegakan diagnosis dan penentuan terapi hingga pemulihan, diharapkan dapat membantu pasien menjalani pengobatan serta menjaga kualitas hidupnya.