"Saya tidak menyangka efeknya akan sekuat itu, terutama mengingat betapa halusnya perbedaan pada wajah-wajah tersebut," kata profesor psikologi Nicholas O. Rule yang juga berperan sebagai penulis riset ini.

Ketika para peneliti menunjukkan foto-foto orang yang tampak bahagia kepada mahasiswa, mereka tidak dapat membedakan status sosial ekonomi mereka lebih baik daripada sekadar menebak secara acak. Ekspresi wajah harus netral agar isyarat halus tersebut dapat berpengaruh.