NADIKABAR.COM β Sebuah produsen pembuat kasur mengaku panen omset di tengah kondisi ekosistem e-commerce yang makin menantang.
βPandemi sempat membuat kami berada di ujung tanduk tanpa order selama tujuh bulan. Namun, akhir tahun 2020 menjadi titik balik ketika rumah sakit darurat di berbagai penjuru negeri hingga proyek WHO mempercayakan kebutuhan kasurnya kepada Trendy Springbed. Berkat kepercayaan itu, kerugian tujuh bulan berhasil kami tutup hanya dalam waktu satu bulan," kata Business Development Trendy Springbed Leonardo dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Leonardo bercerita bahwa meneruskan bisnis keluarga yang telah berjalan selama puluhan tahun bukanlah sebuah perkara yang mudah. Perubahan pasar, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi penerus usaha.
Mereka harus terus mencari strategi untuk membuat bisnis tetap relevan dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengalaman tersebut adalah gambaran kisah keluarga pemilik brand home living lokal Trendy Springbed yang telah berdiri sejak tahun 1990, sekaligus salah satu anak pemilik Trendy Springbed menceritakan kisah jatuh bangun bisnis keluarganya.
Pada 2016 bisnis keluarganya sempat diterpa badai internal dan akhirnya mengalami perpecahan. Situasi yang terjadi saat itu membuat bisnis yang sebelumnya memiliki belasan pabrik harus mengurangi skala operasional mereka dan hanya fokus mengelola beberapa fasilitas produksi, termasuk kantor pusat mereka di Surabaya.
Kondisi tersebut juga membuat penjualan mereka melambat secara drastis. Secercah harapan baru muncul pada tahun 2018 ketika mereka mulai merambah proyek-proyek pemerintah, menyuplai sebagian pengadaan kasur nasional, serta mulai melirik pasar ekspor.
Namun, ujian terbesar bisnis mereka datang pada tahun 2020. Pandemi COVID-19 menghantam telak dan nyaris membuat perusahaan springbed ini bangkrut. Selama tujuh bulan lamanya, tidak ada satupun order yang masuk. Seluruh pesanan tertunda, membuat kondisi keuangan bisnis ini berada di titik paling kritis.
Setelah melewati masa tersebut, Trendy Springbed berupaya membangun sumber pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan. Memasuki tahun 2021, perusahaan ini berinvestasi lebih serius untuk memperluas pasar ekspor, termasuk membeli mesin vacuum agar pengiriman produk ke luar negeri menjadi lebih efisien.
Sayangnya, pasar ekspor tidak berjalan seindah bayangan dan penjualannya mandek. Dari situlah, Leo dan kedua saudaranya mulai berpikir ulang dan mencari jalur distribusi alternatif hingga akhirnya mantap masuk ke ranah e-commerce, dan Shopee menjadi pilihan utamanya.
"Awalnya saya bahkan tidak terlalu mengerti sistem e-commerce. Saya pikir, kalau bisa jual lima sudah bagus. Tapi ternyata, langsung laku 60 unit meski baru sebulan bergabung," kata Leo.
Berkat pencapaian awal yang mengejutkan tersebut, Trendy Springbed semakin serius merambah pasar melalui e-commerce. Leo memaparkan keberhasilan di ranah digital tentu tidak lepas dari optimalisasi yang mereka lakukan di ekosistem Shopee.
Iklan Shopee menjadi salah satu fitur utama yang digunakan Trendy Springbed untuk mempromosikan produk mereka. Menurut Leo, pendekatan ini lebih efektif dibandingkan dengan penjualan sales keliling yang lebih konvensional. Trendy Springbed juga aktif menggunakan Shopee Live untuk melakukan siaran live setiap hari.
Selain itu, partisipasi Trendy Springbed dalam kampanye promosi Shopee turut menjadi bagian penting dari strategi penjualan mereka. Dalam satu kampanye tanggal kembar, Trendy Springbed bahkan pernah mencatat rekor penjualan hingga 600 produk hanya dalam kurun waktu satu hari.
Leo juga menegaskan e-commerce bukan hanya saluran tambahan untuk berjualan, tetapi juga membuka cara baru dalam mendistribusikan produk. Platform digital memungkinkan produk menjangkau lebih banyak pembeli dengan lebih efisien. Dukungan layanan pengiriman yang lengkap di e-commerce seperti kargo juga membantu menjawab tantangan pengiriman produk berukuran besar seperti kasur dengan ongkos kirim yang lebih terjangkau.
"Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, berjualan di e-commerce saat ini masih sangat menguntungkan, bahkan bisa menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis. Platform digital seperti Shopee misalnya, memiliki beragam fitur yang bisa dimanfaatkan dan bisa memangkas rantai pasok yang panjang. Ini membuat produk berkualitas bisa langsung menjangkau pembeli dengan lebih dekat, mudah, dan efisien," ujarnya.
Leo menambahkan ke depannya, Trendy Springbed tidak hanya fokus pada produksi kasur dewasa dan anak, tetapi terus memperluas lini produknya, mulai dari kasur hewan, kasur bayi, matras topper, bantal guling, hingga perlengkapan kamar tidur lainnya.