NADIKABAR.COM — Bitcoin (BTC) bergerak hingga menyentuh level US$ 80.000 pada 25 Agustus 2026. Padahal, harga BTC sebelumnya berada di level US$ 64.000 pada 17 Agustus 2026. Bitcoin mulai mengalami akselerasi pada 19 Agustus 2026 dan naik lebih dari 20% dalam tiga hari setelah bergerak relatif terbatas pada awal Agustus.

Kenaikan yang turut diperkuat aksi short squeeze tersebut kemudian membawa Bitcoin menembus US$ 80.000 pada 25 Agustus 2026. Perubahan ini menjadi sinyal beli kembali menguat. Namun, laju kenaikan yang cepat juga membuat risiko volatilitas tetap perlu diperhatikan.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai kenaikan Bitcoin kali ini tidak hanya mencerminkan pergerakan harga jangka pendek, tetapi juga perubahan sentimen. Hal itu terlihat dari sejumlah indikator pasar.

"Momentum Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan," ujar Aloysia

Pergerakan ini, tutur Aloysia, didukung oleh perubahan sentimen makro global menyusul kebijakan Treasury buyback Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) spot Bitcoin.