"Minat investor untuk mengambil risiko tampak lesu dalam beberapa pekan terakhir yang dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor yang mengkhawatirkan, yaitu pendanaan AI dan keamanan model AI; meningkatnya aktivitas perang AS-Iran; kekhawatiran menjelang pemilihan paruh waktu AS; serta tren kenaikan imbal hasil obligasi di seluruh dunia. Situasi ini memicu aksi jual saham AI, termasuk saham semikonduktor dan memori, yang kemudian menyebabkan aksi jual saham di pasar Korea dan Taiwan, yang sebagian besar didominasi oleh saham semikonduktor dan memori," ujar Thomas "Tom" Lee, Ketua Dewan Bitmine.

"Aset kripto banyak dimiliki oleh investor di AS, Korea, dan Taiwan. Jadi wajar saja, ketika para investor di kawasan tersebut main aman dalam risiko investasi mereka, dampaknya turut merembet ke pasar kripto. Melihat riwayatnya, ketika fundamental industri tetap kuat dan kokoh di tengah penurunan harga, kondisi seperti ini justru menjadi peluang yang menarik jika mempertimbangkan potensi keuntungan dibandingkan risikonya. Mengingat kripto berpotensi diuntungkan oleh modernisasi infrastruktur sistem keuangan global dan perkembangan AI agentik, kami yakin potensi besar tersebut akan kembali terbukti," lanjut Lee.

Per 18 Oktober 2026 pukul 15.00 ET, kepemilikan kripto Perusahaan terdiri atas 6.041.481 ETH dengan harga $2.365 per ETH (menurut Coinbase NASDAQ: COIN), 215 Bitcoin (BTC), kepemilikan saham di Beast Industries senilai $180 juta, kepemilikan saham di Eightco Holdings senilai $74 juta (NASDAQ: ORBS) ("moonshots"), serta total kas & sekuritas yang dapat diperdagangkan sebesar $582 juta. Kepemilikan ETH Bitmine mencakup 4,9% dari total pasokan ETH (122,1 juta ETH).

"Kami meyakini Bitmine berada dalam posisi yang kuat untuk mengungguli pasar bullish kripto yang kami perkirakan akan datang. Selama setahun terakhir, perusahaan telah memperkuat posisi kompetitifnya di tengah crypto winter (pasar bearish)," lanjut Lee.

"Dalam sepekan terakhir, kami mengakuisisi 12.535 ETH. Rekam jejak Bitmine dalam membeli aset kripto secara konsisten tidak tertandingi oleh perusahaan publik mana pun di dunia. Bitmine telah membeli ETH setiap minggu sejak mulai menerapkan Strategi Treasury ETH pada 30 Juni 2025," ujar Lee.

Pada 7 Oktober, Bitmine merilis Pesan Ketua Dewan terbarunya yang berjudul "Tren Bullish Kripto Berlanjutβ€”Siklus Ini Kemungkinan Akan Menjadi yang Terbesar". Presentasi ini tersedia di situs web Bitmine (tautan presentasi).

Pada awal 2026, Bitmine meluncurkan MAVAN (Made in America VAlidator Network), platform staking berstandar institusional. Meskipun MAVAN awalnya dikembangkan untuk mendukung treasury Ethereum milik Bitmine sendiri, MAVAN kini telah memperluas layanannya kepada investor institusional, kustodian, dan mitra ekosistem yang membutuhkan infrastruktur staking terbaik di kelasnya. Sebagian ETH milik Bitmine telah ditempatkan dalam staking di platform MAVAN.

Per 18 Oktober 2026, total ETH Bitmine yang ditempatkan dalam staking mencapai 5.067.309 ETH ($12 miliar dengan harga $2.365 per ETH). "Bitmine telah menempatkan lebih banyak ETH dalam staking dibandingkan entitas lain di dunia. Dalam skala penuh (dengan asumsi seluruh ETH Bitmine telah ditempatkan dalam staking melalui MAVAN dan mitra staking-nya), imbalan staking ETH diproyeksikan mencapai $369 juta per tahun (berdasarkan imbal hasil BMNR 7 hari sebesar 2,58%). Sebagai perbandingan, pendapatan staking tahunan mencapai $309 juta dari 5,1 juta ETH yang saat ini ditempatkan dalam staking (84% dari total 6,04 juta ETH yang dimiliki Bitmine)," lanjut Lee.

Kepemilikan kripto Bitmine menempatkannya sebagai pemilik cadangan Ethereum terbesar di dunia dan pemilik cadangan aset kripto terbesar kedua di dunia, di belakang Strategy Inc., yang dilaporkan memiliki 848.250 BTC dengan nilai sekitar $74 miliar. Bitmine tetap menjadi pemilik cadangan ETH terbesar di dunia.

Manajemen Bitmine meyakini bahwa GENIUS Act dan Project Crypto dari Securities and Exchange Commission (SEC) akan membawa perubahan besar pada layanan keuangan pada 2026, sebagaimana langkah AS pada 15 Agustus 1971 yang mengakhiri sistem Bretton Woods dan melepaskan dolar AS dari standar emas 55 tahun lalu. Peristiwa pada 1971 ini menjadi katalis bagi modernisasi Wall Street, melahirkan para raksasa Wall Street yang ikonis serta infrastruktur keuangan dan pembayaran yang digunakan saat ini.