Ia menegaskan, seiring dengan transformasi lembaga, Kemendukbangga/BKKBN tidak hanya fokus pada pengendalian laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga membantu keluarga yang membutuhkan keturunan. Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap isu infertilitas atau gangguan kesuburan.
"Dalam upaya membangun ketahanan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN mendorong pentingnya pelayanan promotif, preventif, hingga pendampingan psikososial agar pasangan yang mengalami infertilitas mendapatkan penanganan yang presisi dan empati," ucap Wahidin.
Sementara itu, Penata Kependudukan dan KB Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN Lilik Aryani Falupi mengemukakan, infertilitas bukan sekadar beban medis satu pihak. Kesenjangan informasi tentang fertilitas sering membuat masyarakat terlambat melakukan konsultasi medis. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mengoptimalkan peran tenaga lini lapangan dan penyuluh KB di daerah guna meyakinkan masyarakat agar tidak ragu berkonsultasi ke dokter spesialis maupun psikolog.