Dari sisi medis, peluang kehamilan alami pada pasangan subur (fekundabilitas) sebenarnya hanya sekitar 15 hingga 25 persen per siklus. Edukasi mengenai pola hubungan suami istri yang teratur tanpa perlu terpaku pada kalkulasi masa subur, pengelolaan gaya hidup sehat, hingga pemahaman faktor penyebab infertilitas menjadi kunci penting sebelum menentukan tindakan lanjutan.
Di sisi lain, dari perspektif psikologis, infertilitas membawa dampak mendalam berupa duka tak terlihat (disenfranchised grief), sehingga pasangan perlu menjaga komunikasi terbuka dan membangun kesadaran emosional (emotional awareness).
Kemendukbangga/BKKBN berharap pemahaman masyarakat semakin terbuka sehingga stigmatisasi terhadap pasangan infertilitas dapat terkikis. Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara penyuluh lapangan, tenaga kesehatan, dan para ahli demi mendampingi keluarga Indonesia mewujudkan impian mendapatkan buah hati secara sehat.