Ke depan, implementasi BIT diharapkan memperluas peluang kerja sama di sektor industri hilir dan manufaktur, infrastruktur, energi terbarukan, logistik, real estat, hingga teknologi digital. Kedua negara juga mendorong pertukaran informasi investasi, pengembangan peluang bisnis, dan peningkatan keterlibatan sektor swasta.
Wakil Perdana Menteri Timor-Leste Francisco Kalbuadi Lay menyambut baik penandatanganan perjanjian tersebut sebagai penguatan hubungan bilateral kedua negara yang memiliki sejarah panjang.
Ia menilai kesepakatan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi pemerintah dan masyarakat kedua negara untuk memperoleh manfaat dari kerja sama ekonomi.
BIT Indonesia-Timor-Leste mencakup tiga komponen utama, yakni promosi investasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan, fasilitasi investasi melalui transparansi dan efisiensi, serta pelindungan investasi melalui perlakuan yang adil dan setara serta kepastian hukum.