NADIKABAR.COM β Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkuat pengembangan industri baterai kendaraan listrik (EV), Battery Energy Storage System (BESS) dan manufaktur bernilai tambah tinggi sebagai tahap lanjutan hilirisasi mineral strategis di Indonesia.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Heldy Satrya Putera menyampaikan pengembangan baterai EV dan BESS masuk dalam tahap kedua pengembangan industri hilir setelah pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian.
Heldy dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu menyampaikan pihaknya telah menyusun peta jalan pengembangan industri hilir yang mencakup 28 komoditas strategis dengan estimasi kebutuhan investasi mencapai 618,1 miliar dolar AS hingga 2040.
Pengembangan hilirisasi Indonesia saat ini dilakukan melalui tiga tahapan strategis, dengan fondasi pengolahan mineral yang telah dibangun melalui smelter dan fasilitas pemurnian.
βSaat ini, prioritas kita memasuki tahap dua, yaitu memperluas pengembangan ke industri baterai kendaraan listrik, Battery Energy Storage System (BESS), serta manufaktur bernilai tambah tinggi lainnya,β ujar dia.