Pada periode yang sama, perdagangan teknologi energi terbarukan juga meningkat dari sekitar 210 miliar dolar AS menjadi lebih dari 350 miliar dolar AS.
Rudy menuturkan Indonesia memiliki basis yang kuat untuk masuk lebih dalam ke pasar industri rendah karbon tersebut, salah satunya melalui potensi energi terbarukan nasional yang mencapai sekitar 3.687 gigawatt (GW).
Potensi tenaga surya menjadi yang terbesar, yakni sekitar 3.294 GW. Namun, kapasitas energi baru terbarukan (EBT) yang telah dimanfaatkan saat ini baru sekitar 16,33 GW atau kurang dari 0,5 persen dari total potensi nasional.
Selain potensi sumber energi, pengembangan industri rendah karbon juga didukung kebutuhan penambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi.