Selanjutnya, kata Ujang Wisnu Barata, tim BKSDA bersama mitra bergerak lokasi dan menemukan orang utan tersebut. Kemudian, tim melakukan pembiusan terhadap satwa liar dilindungi itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan, ditemukan luka lecet pada anus dan orangutan tersebut terlihat dalam kondisi kurang sehat. Dokter hewan merekomendasikan perawatan dan observasi lebih lanjut terhadap orang utan itu.

"Orangutan itu akhirnya dibawa ke pusat rehabilitasi, Sumatran Rescue Alliance, di Besitang, Sumatera Utara, guna menjalani perawatan dan observasi. Jika nanti dinyatakan sehat, maka orang utan tersebut dilepasliarkan kembali ke habitatnya," kata Ujang Wisnu Barata.

Orang utan sumatra merupakan satwa dilindungi. Berdasarkan daftar kelangkaan satwa lembaga konservasi dunia, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatra itu berstatus kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.