Sebelum dilepasliarkan, seluruh orangutan itu diselamatkan dari sejumlah lokasi terdampak karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara sepanjang September 2026.

Empat pasangan induk dan anak ditemukan di kawasan bernilai konservasi tinggi dalam konsesi perkebunan kelapa sawit PT KALE, sedangkan Mama Noni diselamatkan dari perkebunan campuran milik warga di Desa Pemangkat, Kayong Utara.

Saat ditemukan seluruh orangutan mengalami dehidrasi dan malnutrisi akibat kehilangan sumber pakan dan habitat. Bahkan Ocha dan Mama Ocha mengalami luka bakar pada bagian kaki yang diduga akibat paparan bara api saat melintasi lahan gambut terbakar.

Kesembilan satwa tersebut kemudian menjalani pemulihan dan perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan, Ketapang. Ia mengatakan karhutla semakin memperbesar tantangan konservasi orangutan karena menyebabkan hilangnya habitat dan sumber kehidupan satwa liar.