"Upaya penyelamatan menjadi salah satu upaya penting dalam penyelamatan satwa liar terdampak karhutla, namun kegiatan ini harus diikuti dengan rehabilitasi dan pelepasliaran kembali orangutan ke habitatnya," katanya.
Hutan Lindung Batu Nyambu dipilih berdasarkan kajian kesesuaian habitat dan daya dukung ekologis. Kawasan seluas sekitar 23.000 hektare tersebut memiliki sumber pakan, air, pohon sarang, serta ruang jelajah yang memadai dan terhubung dengan kawasan hutan lindung lain dalam lanskap Arabella-Schwaner.
Selain kondisi ekologis, kawasan tersebut dinilai relatif aman dari ancaman kebakaran. Kelestariannya juga didukung masyarakat Desa Batu Lapis dan Desa Sekukun yang selama ini turut menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.