Adapun segmen institusi mencatatkan pertumbuhan GPBD sebesar 53 persen secara tahunan menjadi Rp994 miliar. Pendapatan neto segmen ini juga tumbuh 70 persen, didorong ekspansi regional pada kategori elektronik konsumen, khususnya telepon pintar, dan elektronik rumah tangga.
Perusahaan juga mencatat peningkatan belanja per klien institusi sebesar 63 persen secara tahunan menjadi Rp145,1 juta.
Dalam memperkuat operasional, Blibli meningkatkan integrasi rantai pasok melalui layanan Fulfillment at Speed (FAS) untuk mempercepat pemenuhan pesanan bagi penjual dan mitra.
Perusahaan juga memperluas jaringan omnichannel dengan menambah 31 toko baru sepanjang kuartal III 2026. Hingga akhir September 2026, Blibli mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen dan olahraga.
Selain itu, perusahaan turut mengelola 60 gerai supermarket premium serta 39 pusat pengalaman produk rumah dan gaya hidup (home and living experience centers).
Blibli turut memperkuat sinergi ekosistem melalui peluncuran kartu kredit co-brand BCA Blibli Tiket Mastercard yang menawarkan pilihan pembayaran fleksibel dan berbagai keuntungan bagi pelanggan.
Memasuki kuartal IV 2026, Kusumo mengatakan perusahaan akan berfokus pada penguatan pertumbuhan pendapatan berkualitas, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi nilai dari ekosistem terintegrasi untuk membangun bisnis omnichannel yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan.