"Kalau kita mulai dari total processing value atau yang biasa disebut TPV, pada semester pertama 2026 kami mencatatkan TPV sebesar Rp 45,1 triliun, tumbuh 12% year-on-year dari Rp 40,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ungkap Ronald.
Ronald menjelaskan pertumbuhan tersebut juga terlihat pada sejumlah segmen, seperti ritel 1P (First-Party Retail) dan ritel 3P (Third-Party Retail). Meski begitu, dia menjelaskan segmen ritel 3P masih memberikan kontribusi sebesar 58% terhadap TPV.
"Segmen ritel 1P, institusi, dan toko fisik semuanya tumbuh baik secara absolut maupun percentage contribution terhadap total TPV. Sementara itu, segmen ritel 3P masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 58%," ujarnya.
Menurutnya, kategori lifestyle memberikan kontribusi besar terhadap segmen ritel 3P. Hal itu turut memberikan angin segar bagi bisnis BELI.