NADIKABAR.COM β Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, tetap beroperasi dan dapat dikunjungi masyarakat selama proses penataan kawasan tersebut berlangsung.
βYang jelas, Blok M enggak boleh berhenti, Blok M enggak boleh napasnya itu tidak tersambungkan. Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,β ungkap Pramono dalam peresmian konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat juga menjelaskan bahwa pihaknya menjamin seluruh tenant yang ada di Blok M tetap dapat berjualan seperti biasa.
Namun, hanya saja tenant-tenant tersebut nantinya akan dipindahkan sementara ke tempat yang sudah disiapkan.
βPada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant ada 332, itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat posisinya,β jelas Tuhiyat.
Tak hanya itu, Tuhiyat juga memastikan bahwa Transjakarta di Blok M juga akan tetap beroperasi.
Tuhiyat mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengatur hal tersebut.
βPada saat pembangunan berlangsung, TransJakarta tetap berlangsung yang nanti kami akan layoutnya bersama para OPD terkait, terutama Dinas Perhubungan nanti,β papar Tuhiyat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkap sebanyak lima transformasi utama revitalisasi total Blok M, Jakarta Selatan.
Transformasi pertama yang dilakukan adalah revitalisasi terminal menjadi terminal yang modern dan terintegrasi. Selanjutnya, pengembangan kawasan mixed-use Blok M-ASEAN diarahkan menjadi kawasan yang mudah diakses, inklusif, dan dinamis.
Transformasi juga mencakup peningkatan aksesibilitas dan integrasi kawasan agar semakin terhubung, baik antarmoda maupun antar-fungsi, serta memudahkan mobilitas pejalan kaki.
Selain itu, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai destinasi komersial baru dengan menghadirkan berbagai pilihan ritel, makanan dan minuman, gaya hidup, serta ruang publik dalam satu kawasan.
Adapun transformasi terakhir berupa pengembangan ruang terbuka publik yang lebih hijau, aktif, dan nyaman untuk mendukung interaksi serta berbagai aktivitas masyarakat.
"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total akan menjadi 10 kali lebih besar dari yang ada," ungkap Tuhiyat.