NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyatakan pemanfaatan energi terbarukan di negaranya kini berperan terhadap lebih dari 20 persen pembangkit listrik, di tengah upaya mereka mengurangi dampak blokade bahan bakar yang dilancarkan Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah unggahan di akun media sosial X pribadinya, Kamis (15/10), Rodriguez mengatakan pemerintah negaranya bersama Partai Komunis Kuba merespon blokade energi AS, yang disebutnya "bertujuan menghukum seluruh warga Kuba", dengan "kedaulatan lebih besar beserta tindakan terukur" untuk mengurangi dampak perilaku AS.

Kuba kini memiliki 144 taman tenaga surya dengan kapasitas terpasang gabungan sebesar 1.418 megawatt, sementara sumber energi terbarukan menyumbang 21,4 persen dari produksi listrik nasional, kata Rodriguez.