NADIKABAR.COM — Perkembangan teknologi membuat kita menatap layar ponsel, laptop, dan televisi selama berjam-jam setiap hari. Fenomena ini memicu tren perawatan kulit baru yang dikenal sebagai blue light defense atau perlindungan dari High-Energy Visible (HEV) light. Namun, seberapa penting sebenarnya melindungi kulit wajah dari radiasi layar digital?
1. Dampak blue light terhadap kulit
Blue light merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang berkisar antara 400 hingga 500 nanometer. Berbeda dengan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang terutama memicu luka bakar atau penuaan luar, paparan blue light mampu menembus lebih dalam hingga ke lapisan dermis kulit.
Menurut artikel ilmiah di ResearchGate, paparan blue light secara terus-menerus memicu terbentuknya reactive oxygen species (ROS) atau radikal bebas. Kondisi ini menyebabkan stres oksidatif yang merusak serat kolagen dan elastin, memicu penuaan dini (photoaging), serta memicu timbulnya hiperpigmentasi atau flek hitam yang bertahan lama, terutama pada pemilik warna kulit yang lebih gelap (fitzpatrick skin type III–VI).
2. Apakah layar ponsel dan laptop benar-benar berbahaya?