NADIKABAR.COM — PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan Rp4,57 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang kinerja positif layanan taksi dan non-taksi.

"Capaian ini mencerminkan kinerja bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika industri mobilitas," kata Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Andre Djokosoetono terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan momentum pertumbuhan juga terlihat pada kuartal III, ketika EBITDA perseroan meningkat sekitar 16 persen secara tahunan menjadi Rp377,5 miliar.

Secara kumulatif, EBITDA hingga September 2026 mencapai Rp1,09 triliun, tumbuh 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kinerja tersebut didukung oleh portofolio layanan Bluebird Group yang menjangkau beragam kebutuhan mobilitas pelanggan," ujarnya.

Dengan pertumbuhan yang terjaga pada lini taksi maupun non-taksi, Perseroan terus mengoptimalkan produktivitas armada, memperluas akses pemesanan, dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola operasional secara produktif dan menjaga kualitas layanan," tuturnya.

Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan. Dengan pendekatan itu, pihaknya ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai dapat menjadi fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Layanan taksi menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 70 persen terhadap total pendapatan Perseroan dan tumbuh 11,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelasnya.