Ardhasena melanjutkan, dampak anomali iklim tahun ini bahkan menciptakan anomali pada zona iklim Indonesia. Wilayah yang secara alamiah terbiasa diguyur hujan sepanjang tahun pun kini ikut terdampak kemarau.

"Secara klimatologis, Indonesia memiliki 110 zona musim atau 33% dari luas daratan yang karakteristik iklimnya adalah musim hujan sepanjang tahun," terang dia.

"Namun untuk 2026 ini, 98 zona musimnya itu mengalami musim kemarau karena dampak anomali hujan lebih rendah akibat El Nino, sementara 12 zona musim yang lain tetap sama seperti klimatologinya," pungkas Ardhasena.