"Jadi semua pesawat di setiap provinsi sudah kita siapkan bersama dengan BNPB, Kementerian Kehutanan itu di enam provinsi prioritas sudah kita siapkan untuk pesawatnya digunakan sebagai mode patroli, tapi kemudian apabila ada potensi awan itu segera berubah menjadi modifikasi cuaca," ujar dia.
Selain Faisal, sejumlah pejabat yang juga nampak hadir untuk mengikuti rapat terbatas tersebut yaitu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.
Diketahui, Presiden Prabowo akan bertemu dengan sejumlah akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis untuk membahas penanganan lahan gambut untuk mencegah kebakaran lahan berulang setiap tahunnya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan yang diterima menyampaikan bahwa Presiden Prabowo diagendakan berdiskusi dengan banyak akademisi untuk membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam.
"Iya, siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi, membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar," tutur Seskab Teddy.