NADIKABAR.COM — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan pihaknya akan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

"Saya mendapat info terkait dengan pemanfaatan dan juga pengelolaan lahan gambut. Sepertinya itu topik yang akan dibahas," kata Faisal saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.

Faisal mengatakan BMKG memiliki peralatan observasi yang cukup lengkap, termasuk 10.800 alat utama yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan data dari peralatan observasi tersebut dapat digunakan untuk memberikan informasi secara detail mengenai ketersediaan air di lahan gambut, terutama pada bulan-bulan kering.

BMKG, kata dia, dapat memberikan informasi mengenai wilayah gambut yang memiliki ketersediaan air cukup maupun wilayah yang kekurangan air.

Data tersebut juga dapat menjadi masukan terkait pemanfaatan lahan gambut, termasuk jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan.

"Kemudian untuk gambut yang dangkal, tanah gambut yang kurang dari satu meter itu bisa ditanami apa, kalau lebih dalam lagi seperti apa," ujarnya.

Faisal mengatakan karakteristik lahan gambut berbeda antara satu lokasi dan lokasi lainnya sehingga pemilihan varietas tanaman yang sesuai juga memerlukan dukungan data.

Selain membahas pengelolaan gambut, Faisal mengatakan BMKG terus memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui dukungan informasi cuaca untuk operasi modifikasi cuaca (OMC).

Namun, pelaksanaan OMC saat ini cukup situasional karena potensi awan konvektif rendah pada puncak musim kemarau.

Dia mengatakan pesawat di enam provinsi prioritas telah disiapkan bersama BNPB dan Kementerian Kehutanan untuk melakukan patroli dan dapat segera digunakan untuk OMC apabila terdapat potensi awan yang sesuai.

"Jadi semua pesawat di setiap provinsi sudah kita siapkan bersama dengan BNPB, Kementerian Kehutanan itu di enam provinsi prioritas sudah kita siapkan untuk pesawatnya digunakan sebagai mode patroli, tapi kemudian apabila ada potensi awan itu segera berubah menjadi modifikasi cuaca," ujar dia.

Selain Faisal, sejumlah pejabat yang juga nampak hadir untuk mengikuti rapat terbatas tersebut yaitu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

Diketahui, Presiden Prabowo akan bertemu dengan sejumlah akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis untuk membahas penanganan lahan gambut untuk mencegah kebakaran lahan berulang setiap tahunnya.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan yang diterima menyampaikan bahwa Presiden Prabowo diagendakan berdiskusi dengan banyak akademisi untuk membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam.

"Iya, siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi, membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar," tutur Seskab Teddy.