Warige merupakan sistem penanggalan tradisional dan ilmu perbintangan kuno yang dipakai secara konsisten oleh warga Suku Sasak di Pulau Lombok.

Kalender itu memanfaatkan pengamatan rasi bintang, benda-benda langit, dan berbagai tanda alam untuk memprediksi musim dan cuaca.

Bagi sektor pertanian, Warige Sasak menjadi acuan para petani tradisional dalam menentukan waktu yang tepat untuk memulai masa tanam.

Saat ini ilmu membaca Warige masih terus dijaga dan dilestarikan oleh para tokoh adat di Lombok, salah satunya melalui musyawarah adat Sangkep Warige untuk menentukan waktu pelaksanaan tradisi menangkap cacing laut Nyale yang memiliki nama ilmiah Palola viridis.