"Nah, itu yang menjadi kecurigaan kita bahwa aktivitas di daerah Bandung Raya tadi disampaikan dari cuaca, dari gempa bumi, dari aktivitas petir tidak adanya aktivitas yang dirasa sangat berarti di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya," sambungnya.
Dia mengatakan fenomena tersebut saat ini memang masih menjadi pertanyaan bagi para peneliti. BMKG masih mengkaji kemungkinan penyebab dentuman yang hanya terdengar di Bandung Raya dan sekitarnya.
"Ini memang belum terjawab, tapi ada literatur yang menjawab bahwa aktivitas sky skyquake tadi ya, mungkin adanya aktivitas gas metana yang ada di danau purba. Karena di Bandung tahun kita ketahui bersama bahwa Kota Bandung dan sekitarnya itu di atas Danau Purba ya Danau Bandung ya. Jadi ini yang menjadi kecurigaan kita," paparnya.
Dia mengatakan dari pengamatan BMKG tidak menunjukkan aktivitas yang aneh akibat dentuman tersebut. Namun, menurutnya, masih perlu kajian mendalam mengenai hal itu.
"Jadi kita tidak mendapat laporan dari teman-teman dari Jakarta, dari Banten, dan dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor sekitarnya. Ya artinya fenomena aktivitas vulkanik yang ada di Krakatau yang kebetulan bersamaan pada jam tersebut itu artinya tidak memiliki efek dentuman langit atau yang kita sebut dengan skyquake ya," tuturnya.