"Di Sulsel ada 24 zona musim. Wilayah-wilayah ini memiliki awal musim, puncak musim, durasi musim, sampai sifat hujan yang bervariasi. Perbedaan ini dikarenakan beberapa faktor, termasuk salah satunya faktor lokal, kondisi topografi Sulsel yang unik," paparnya.
"Khusus wilayah utara, kebanyakan wilayah mulai musim kemaraunya di semester 2. Dan itu pun masih ada hujan. Sama-sama kemarau, namun wilayah utara hujannya masih lebih tinggi dibanding wilayah barat pada bulan yang sama," imbuhnya.
Di sisi lain, penyebab hujan di wilayah utara Sulsel turut dipicu adanya Gelombang Rossby dan Kelvin. Dia menyebut kondisi itu terjadi sejak dua hari lalu.
"Meskipun saat ini ada kondisi El Nino sangat kuat yang berpengaruh pada penurunan curah hujan, namun 2 hari yang lalu dan hari ini ada Gelombang Rossby dan Kelvin yang sedang aktif di Sulsel yang mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Sulsel," katanya.
Diberitakan sebelumnya, hujan mengguyur wilayah Belopa pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 12.00-14.00 Wita. Selain Belopa, hujan dilaporkan juga mengguyur Kecamatan Suli.