"Kalau di Belopa deras, saya tidak tahu kalau di Suli, cuma na bilang juga temanku hujan juga," kata seorang warga bernama Pika kepada NadiKabar, Sabtu (5/9).

Warga menyambut positif hujan ini. Menurut Pika, kemarau panjang menjadikan beberapa tanaman kering dan mati.

"Bagus mi ini kodong, itu kemarin kering kerontang mi itu sawah," ucap Pika.

Dampak kekeringan saat kemarau sangat dirasakan petani. Hasil komoditas pangan banyak yang mati. Situasi ini juga membuat harga pangan naik.

"Itu lombok sampai mi Rp 95 ribu satu kilo, karena na bilang petani banyak sekali mati lomboknya," jelasnya.