Bukan hanya warga yang mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan tersebut tetapi juga melibatkan 53 peserta lainnya yang meliputi petugas BPBD, dinas terkait, satuan pendidikan, relawan, dan awak media di Karanganyar.

"Para peserta itu dibekali pengetahuan pengenalan earthquake early warning system (EEWS), simulasi guncangan, hingga latihan simulasi pengambilan keputusan atau table top exercise," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa instruktur dari Stasiun Geofisika Kelas I Sleman dalam pelatihan tersebut berupaya mengubah informasi kebencanaan menjadi langkah nyata mitigasi di lapangan.