Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 155,1 mikrogram per meter kubik (ยตg/mยณ) yang masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.

Meskipun demikian, kata dia, angka tersebut jauh mengalami penurunan dibandingkan pada awal hingga pertengahan Oktober 2026 di mana polutan halus PM2.5 di wilayah pemantauan seperti Musi 2 dan Talang Betutu sempat melonjak ekstrem hingga menembus angka 493 hingga lebih dari 1.000 ยตg/mยณ, yang menempatkannya jauh di dalam zona sangat berbahaya.

Menurutnya, penurunan status indeks kualitas udara itu disebabkan oleh operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan BNPB selama dua hari berturut-turut pada 15-16 Oktober 2026 guna mengatasi kabut asap akibat karhutla di Sumatera Selatan.