NADIKABAR.COM β€” Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprakirakan sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada 2-5 November 2026.

Kepala BMKG Bandung Suaidi Ahadi mengatakan sejumlah fenomena atmosfer diprakirakan mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat dalam periode tersebut.

β€œSecara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jawa Barat. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat,” kata Suaidi di Bandung, Senin.

Suaidi menjelaskan gelombang atmosfer tipe Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin diprakirakan aktif secara spasial di Jawa Barat sehingga berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat turut menjadi sumber pasokan uap air, sedangkan pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal didukung kondisi labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat.

Pada Senin (2/11), potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Selanjutnya pada Selasa (3/11), potensi cuaca tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, serta Pangandaran.

Pada Rabu (4/11), wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, serta Garut. Sementara pada Kamis (5/11), potensi tersebut diprakirakan terjadi di Kabupaten Sukabumi.

BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

β€œMasyarakat juga diminta mengenali potensi risiko di lingkungan masing-masing, tetap tenang tetapi siaga, serta mengikuti arahan dan protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” katanya.