Sebaliknya, sebagian kecil wilayah Berau dan Kutai Timur diprakirakan mengalami sifat hujan Atas Normal (115–150 persen).

Terkait kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH), wilayah Kaltim umumnya berada pada kategori Sangat Pendek (1–5 hari). Namun, durasi HTH terpanjang atau kategori Sangat Panjang terdeteksi di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang tidak mengalami hujan selama 45 hari berturut-turut, diikuti oleh sebagian wilayah di Kabupaten Paser.

Merespons prakiraan cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim tetap mempertahankan Status Siaga Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan hingga 30 November 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menegaskan status ini belum dicabut karena potensi karhutla dinilai masih mengintai akibat tingginya durasi tanpa hujan di beberapa titik, terutama di Kaltim bagian selatan dan timur.

Berdasarkan data akumulasi BPBD Kaltim sepanjang Januari hingga Oktober 2026, telah terjadi 2.540 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 10.691,66 hektare (ha).