Kerusakan terbesar melanda kawasan lahan warga seluas 8.395,44 ha, disusul kawasan hutan 2.165,98 ha dan perkebunan warga 130,24 ha.

Kabupaten Kutai Kartanegara mencatatkan luasan kebakaran terbesar mencapai 3.119,16 ha dari 473 kejadian.

Sementara Kabupaten Paser menjadi daerah dengan frekuensi tertinggi, yaitu sebanyak 659 kejadian kebakaran (1.916,36 ha), yang diperparah akibat menjadi daerah paling terakhir menerima musim hujan.

Untuk memaksimalkan penanggulangan, Pemerintah Provinsi Kaltim mendapat suntikan dana pusat sebesar Rp20 miliar, dengan alokasi Rp10 miliar diserahkan kepada BPBD Kaltim untuk pemenuhan peralatan serta logistik di lima wilayah prioritas.